Tercela

Aku mencela pada kamu-kamu yang tak setia.
Aku mencela pada kamu-kamu yang berdusta.
Aku mencela pada kamu-kamu yang menjadi punca.
Aku mencela pada kamu-kamu yang tidak kenal apa itu rasa puas.
Aku mencela pada kamu-kamu yang ada dua wajah.
Aku mencela pada kamu-kamu semua.

Dan di antara kamu-kamu semua itu, ada aku.

Selingkuh itu indah cuma pada mulanya. Akhir cuma celaka yang ada. Aku harap kamu-kamu semua pernah belajar tentang semua ini.

*Aku bukan seorang yang mulia.

4 comments:

catherine- said...

sebab aku bukan malaikat.

PK said...

mencela pada jiwa sendiri.

ghost writer said...

nasib baik ada pengakuan pada pertengahanya.kalau tidak, aku tentu cakap macam nih:

'aku rasa kau marah kat diri kau..'

Bukan Malaikat said...

Catherine, ya kamu benar.

PK, mencela diri sendiri, anggap saja itu musabah.

Ghost, aku menelan rasa.