Silam

Di sini aku cuma berbicara sendiri. Walau ada mata yang memerhati aku dari jauh, walau ada balas bicara pada ruang yang sayu, aku tetap berbicara sendiri.

Di sini ruang penyeksaan jiwa. Ruang aku memutarkan masa menuju masa silam.

Mengutip segala serpihan kaca yang bertaburan. Melukakan diri dengan rasa penyesalan.

Walau dimula dengan keindahan, tetap akan berakhir dengan kecacatan.

Silam aku suatu yang menyakitkan.

Akan terus aku kembali, sampai ingatan aku mati.

2 comments:

Johan 'Champ' Radzi said...

Terbit dari abu-abu api.

Bangkit dari debu-debu mati.

Bangunlah.

Miscellaneous Smiles said...

=3