.

Aku mendongak ke atas sana. 
Tatap langit yang dihiasi bulan dan bintang. 
Menanti sang matahari muncul di ufuk timur dengan senyuman. 
Bila matahari tergelincir sedikit dari kepala ku, 
dan awan-awan mulai bergerak perlahan, 
melindungi alam dan menutup separuh matahari, 
lalu turunlah hujan membasahi bumi. 

Seketika, hujan reda.
Muncul sang pelangi dilatari langit biru dan kapas-kapas putih. 
Aku tersenyum sekali lagi. 

Aku bicarakan kepada mereka tentang keindahan bintang, bulan, matahari dan pelangi. Sedangkan aku alpa tentang bumi. Iya, bumi. Tempat aku berpijak kini. Tempat yang menjadi realiti.
Tanpa sedar, tanah tempat ku berdiri menatapi keindahan langit, sedang menarik aku ke dalamnya, dalam diam dan perlahan-lahan. Aku terjerumus ke lembah dunia yang penuh dusta.