Fiksyen

Aku memikirkan, apa yang telah terjadi, sedang terjadi dan bakal terjadi dengan hidup aku ini. Dengan perasaan yang huru-hara. Dengan jiwa yang kehilangan arah.

Barangkali, hidup ini hanya sebuah fiksyen. Fiksyen dari tuhan.

...

Aku bukanlah malaikat yang turun ke dunia ini membawa warna-warna pelangi.
Aku ini manusia. Yang hanya ada warna hitam dan putih.
Aku memikul beban gembira
sambil mengheret sekarung hiba.

Depressi

Dia gelisah. Kadangkala dia jadi hiba. Entahnya kenapa.
Dia merasakan, seperti ada gumpalan awan masalah di langit sana. Sudah mulai menghitam.
Dengan guruh yang berdentum-dentum dan kilat sabung menyabung
Cuma menunggu masa saja,
titisan hujan masalah jatuh menitik satu persatu menimpanya.
Hingga dia basah dalam kekontangan.

Dia gelisah.
Barangkali, dia depressi.

Entahnya kenapa.
Sang malaikat, enggan mendekat.

Dunia

Aku jatuh terbaring di situ.
Jadi kaku. Jadi beku. Aku koma.
Dunia, kau yang menolak aku sampai aku terjatuh.
Sehinggakan, aku merasakan tiada daya untuk aku bangkit kembali.
Relanya, aku hanya ingin terus koma di situ.
Melelapkan mata.
Mematikan pita suara.
Melumpuhkan setiap pancaindra.

Tapi,
Ini dunia yang banyak drama.
Dan aku belum lagi berada di titik noktah.

Titik?
Aku benci perkataan itu.