Masa

Masa, menggigit-gigit.
Sedikit demi sedikit.
Sampai waktu, lenyapnya tiada tahu.
Sedar-sedar, nyawa sudah di tenggorokan.
Roh melayang, jasad pun kaku.
Nama tertancap di nisan batu.

Air mata si polan turun bak hujan.
Sisanya hanya kenangan.
Pada jiwa-jiwa yang tertawan.
Dunia, dilepaskan.