Darah di dada

Aku membiarkan dia menoreh dadaku dengan pisau cinta.
Darah mengalir, dia tertawa.
Basah di kakiku. Kering di ubunanku.
Tawanya tak akan reda sampai akhir dunia.
Dia
kian menjauh pergi. Tinggal aku sendiri.
Sang khalak melihat aku mati
tanpa simpati.
Matahari
tak akan terbenam lagi.


No comments: